Psikoedukasi “Strong Outside, Calm Inside”: Upaya Menumbuhkan Kesejahteraan Psikologis Pendamping Korban Kekerasan

Tim KKN MBKM Riset Program Studi S1 Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (FaPsi UNS) yang beranggotakan Indhira Assyifa Erdi Mayazaputri, Martha Ester Panahatan Sumbertua, Meutia Kirana Dewi, dan Nadia Risma Pramesty, di bawah bimbingan dosen Psikologi, Berliana Widi Scarvanovi, S.Psi., M.Psi., Psikolog. menyelenggarakan kegiatan psikoedukasi untuk menumbuhkan kesejahteraan psikologis pada pendamping korban kekerasan di Kota Semarang pada tanggal 3 dan 10 Oktober 2025 di ruang pertemuan UPTD PPA Kota Semarang. Kegiatan ini sebagai bagian dari pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKN MBKM) Riset.

Dari 2.420 kasus kekerasan terjadi di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024, Kota Semarang menjadi daerah penyumbang korban kekerasan tertinggi se-Jawa Tengah dengan total 179 kasus pada perempuan dan 140 kasus pada anak. Untuk menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Semarang menghadirkan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) yang berfungsi memberikan layanan perlindungan, rehabilitasi psikososial, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan hukum bagi perempuan serta anak yang menjadi korban kekerasan.

Pendamping merupakan individu yang memiliki kompetensi dan kepercayaan untuk mendampingi korban dalam proses penanganan, perlindungan, serta pemulihan. Pendamping korban kekerasan di UPTD PPA Kota Semarang berasal dari berbagai latar belakang profesi, seperti tenaga kesehatan, pekerja sosial, maupun sukarelawan. Kompleksitas tugas dan paparan berulang terhadap kasus kekerasan dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis para pendamping. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa paparan berulang terhadap pengalaman traumatis klien dapat menurunkan kesejahteraan psikologis tenaga pendamping. Berdasarkan hal tersebut, tim KKN MBKM) Riset merancang kegiatan psikoedukasi Strong Outside, Calm Inside (SOCI)untuk membantu para pendamping UPTD PPA memahami sekaligus merawat kesejahteraan psikologisnya.

Kegiatan SOCI dilaksanakan di ruang pertemuan UPTD PPA Kota Semarang sebanyak dua kali. Pertemuan pertama terlaksana pada tanggal 3 Oktober 2025 dan dihadiri oleh 12 pendamping. Pertemuan dilanjutkan pada tanggal 10 Oktober 2025 dan dihadiri oleh 13 pendamping. Selama kegiatan berlangsung, pendamping difasilitasi dengan modul yang berisi materi mengenai kesejahteraan psikologis dan cara merawat diri, serta informasi mengenai rangkaian kegiatan psikoedukasi. Pelaksanaan psikoedukasi juga melibatkan pemberian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengetahui efektivitas kegiatan.

Pada hari pertama, para pendamping diperkenalkan dengan konsep kesejahteraan psikologis, yang mencakup sejarah, definisi, dan enam dimensinya, yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Para pendamping juga diajak untuk memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis pendamping korban kekerasan, serta mengenali pentingnya kiat dan strategi koping dalam menghadapi tekanan emosional dari pekerjaan mereka. Pada akhir kegiatan hari pertama, pendamping diberikan journaling kit yang digunakan selama satu minggu untuk membantu mereka memahami diri mereka melalui enam dimensi kesejahteraan psikologis.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik perawatan diri (self-care). Pendamping diajak mempelajari teknik relaksasi sederhana dan membuat vision board sebagai media interaktif untuk merumuskan harapan dan rencana pribadi mereka ke depan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi bersama, di mana para pendamping berbagi pengalaman dan perasaan selama mengikuti program.

Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan sebelum dan setelah kegiatan, diketahui bahwa terdapat peningkatan tingkat kesejahteraan psikologis pada para pendamping korban kekerasan, meskipun peningkatan tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan, yakni sebesar 4%. Hal ini menunjukkan bahwa program psikoedukasi “Strong Outside, Calm Inside” dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran pendamping korban kekerasan mengenai pentingnya kesejahteraan psikologis dan bagaimana cara menjaganya.

Editor : Tim Humas Fakultas Psikologi UNS

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait