Psikoedukasi “Menjadi Orang Tua Bahagia”: Upaya Mewujudkan Pengasuhan Positif dan Sejahtera di KB Nuri Kids School

Karanganyar, 25 Oktober 2025 – Tim MBKM Riset Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (FaPsi – UNS) yang tergabung dalam Research Group Indigenous Psychology mengadakan Psikoedukasi bertajuk “Menjadi Orang Tua Bahagia” untuk orang tua murid Kelompok Bermain (KB)  Nuri Kids School. Tim MBKM Riset FaPsi UNS terdiri dari 4 mahasiswa, yakni Melan Nica Kussepti, Mutia Dwi Setya, Nadiatul Hasanah, dan Naila Izzaty. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan psikologis keluarga, terutama bagi orang tua yang bekerja dan menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan dan pengasuhan anak.

KB Nuri Kids School merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang telah berdiri sejak tahun 2005. Lembaga ini menyediakan dua layanan utama, yaitu Kelompok Bermain (KB) dan Taman Penitipan Anak (TPA), yang beroperasi hingga sore hari guna membantu para orang tua yang bekerja penuh waktu. Berdasarkan hasil need assessment yang dilakukan, mayoritas orang tua di sekolah ini merupakan pasangan pekerja yang sering kali kesulitan meluangkan waktu untuk mendampingi anak di rumah. Kondisi ini berdampak pada munculnya tantangan dalam pengasuhan, termasuk bagaimana mengajarkan nilai-nilai dasar seperti pendidikan emosional dan pendidikan seksual sejak usia dini. Salah satu temuan di lapangan bahkan menunjukkan adanya anak yang belum memahami batasan tubuh pribadi, sehingga menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan seksual anak di rumah.

Sebagian besar orang tua telah menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab utama terhadap pendidikan pada anak. Namun, masih dibutuhkan panduan nyata agar orang tua dapat menjalankan perannya dengan percaya diri dan bahagia. Oleh karena itu, kegiatan psikoedukasi “Menjadi Orang Tua Bahagia” dirancang untuk memperkuat parenting self-efficacy, yaitu keyakinan orang tua terhadap kemampuan mereka dalam mengasuh anak. Keyakinan ini penting karena menjadi fondasi dalam pengasuhan yang positif, hangat, konsisten, dan penuh kasih sayang.

Kegiatan psikoedukasi ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Farida Hidayati, S.Psi., M.Si., dosen Fakultas Psikologi UNS yang telah berpengalaman dalam bidang pengasuhan anak dan keluarga. Dalam kegiatan psikoedukasi yang diselenggarakan, orang tua diajak memahami makna kebahagiaan dalam pengasuhan, yang bukan sekadar memiliki waktu luang atau fasilitas materi, melainkan keseimbangan antara kebutuhan fisik, psikologis, dan spiritual orang tua. Materi yang disampaikan mencakup tiga aspek utama: konsep menjadi orang tua bahagia, penguatan parenting self-efficacy, dan pendidikan seksual anak usia dini. Melalui pendekatan interaktif berupa diskusi, tanya jawab, dan refleksi, orang tua diajak untuk memahami bahwa kebahagiaan orang tua berawal dari penerimaan diri dan kesadaran akan peran penting mereka dalam tumbuh kembang anak. 

Kegiatan ini sejalan dengan semangat SDGs poin 3 dan 4, yang menekankan pentingnya kesehatan mental dan pendidikan berkualitas untuk semua. Melalui meningkatnya parenting self-efficacy, orang tua menjadi lebih mampu mengelola stres pengasuhan, memberikan perhatian emosional yang stabil, serta menciptakan lingkungan rumah yang aman dan suportif bagi anak.  Psikoedukasi “Menjadi Orang Tua Bahagia” memberikan dampak positif bagi para peserta. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap permasalahan pengasuhan yang dihadapi orang tua bekerja, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam memperkuat kesejahteraan keluarga dan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Tim MBKM Riset Fakultas Psikologi UNS berupaya mengimplementasikan ilmu psikologi dengan kebutuhan masyarakat dan terjun secara langsung. Psikoedukasi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pihak akademis dan masyarakat dapat membantu mewujudkan keluarga yang bahagia, anak-anak yang sehat secara emosional. Karena orang tua yang bahagia akan membesarkan anak-anak yang bahagia dan dari keluarga yang bahagia akan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya untuk masa depan bangsa.

Editor : Tim Humas Fakultas Psikologi UNS

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait