Kegiatan Pengabdian RG Applied Psychometrics & Assessment Fakultas Psikologi UNS: Mengenal Minat Diri Kunci Ubah Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Jelang Seleksi PTN

Surakarta, November 2025 – Transisi dari Sekolah Menengah Atas (SMA) ke perguruan tinggi merupakan fase kritis yang menuntut kesiapan psikologis matang. Menjawab tantangan tersebut, Tim RG Applied Psychometrics and Assessment Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menyelenggarakan kegiatan webinar dan pendampingan bertajuk “Persiapan Seleksi PTN dan Asesmen Minat” yang dilaksanakan pada 1 November 2025.

Program ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas sistem seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) saat ini, mulai dari SNBP hingga SNBT, yang menuntut siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik tetapi juga pemahaman mendalam tentang potensi diri. Ketidaksesuaian antara minat dan jurusan sering kali berujung pada rendahnya motivasi hingga risiko putus kuliah (drop-out).

Pendekatan Berbasis Riset: Tes Holland

Kegiatan ini diketuai oleh Moh Abdul Hakim dari Fakultas Psikologi UNS. Program melibatkan siswa kelas XII yang diberikan intervensi berupa pelatihan strategi seleksi dan asesmen minat menggunakan Tes Holland yang telah diadaptasi4.

Dalam pelaksanaannya, siswa diajak untuk mengidentifikasi profil minat mereka berdasarkan teori RIASEC (Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, Conventional) dan mencocokkannya dengan program studi yang relevan.

Temuan Penting: Pergeseran ke Arah Penguasaan Materi

Berdasarkan riset evaluasi yang dilakukan terhadap program ini, tim pengabdian menemukan dampak signifikan pada orientasi motivasi siswa. Siswa yang mengikuti program pengenalan minat terbukti memiliki skor Mastery Approach yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok yang tidak mengikuti program.

“Temuan kami menunjukkan bahwa ketika siswa mendapatkan kejelasan mengenai minat mereka dan melihat relevansinya dengan pilihan program studi, motivasi belajar mereka bergeser,” ujar Moh Abdul Hakim selaku ketua tim.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa siswa tidak lagi belajar sekadar untuk mendapatkan nilai atau agar “lulus tes” (orientasi performa), melainkan berorientasi pada pemahaman mendalam atau penguasaan materi (mastery)7. Hal ini terjadi karena mereka melihat materi pelajaran sebagai sesuatu yang relevan untuk mencapai tujuan karier impian mereka.

Implikasi bagi Pendidikan

Meskipun program singkat ini belum berdampak signifikan pada perubahan Growth Mindset atau keyakinan akan kecerdasan, hasil ini memberikan implikasi penting bagi sekolah dan orang tua.

Program bimbingan karier yang mengintegrasikan asesmen minat terstandar terbukti efektif mengarahkan siswa pada motivasi belajar yang lebih sehat dan intrinsik. Tim Psikologi UNS berharap kegiatan ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah dalam mendampingi siswa kelas XII menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Kegiatan ini didukung oleh Universitas Sebelas Maret melalui hibah Research Group Pengabdian Masyarakat dengan judul Program Intervensi Psikologi untuk Mengurangi Perilaku Membolos Siswa.

Editor : Tim Humas Fakultas Psikologi UNS

 

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait