
Menjawab tantangan peningkatan kualitas hidup lansia di era global, Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (FaPsi – UNS) bersama Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender (PPKG) LPPM UNS menggelar Psychogerontology Workshop bertajuk “REPRINTS: Research of Productivity by Intergenerational Sympathy”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (15/5/2026) melalui platform Zoom ini merupakan bagian awal dari rangkaian kegiatan Pengabdian Internasional Mandatory (PIM-UNS) Fakultas Psikologi dengan sumber dana Non APBN UNS Tahun Anggaran 2026. Lebih dari 40 peserta dari beragam latar belakang termasuk akademisi, praktisi, hingga pengasuh lansia menghadiri lokakarya sampai akhir.
“Melalui kegiatan ini diharapkan kita dapat mengadaptasi keberhasilan REPRINTS Program dari Jepang untuk diterapkan di Indonesia, khususnya pada lansia di Wisma Lansia Harapan Asri yang juga menjadi mitra dalam kegiatan ini”, ungkap Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Psi., M.Si., selaku Ketua PIM-UNS dan Ketua PPKG. Kegiatan ini secara khusus membedah Program REPRINTS, sebuah program unggulan dari Jepang yang menitikberatkan pada produktivitas lansia melalui relasi antargenerasi. Untuk mengupas tuntas metode tersebut, UNS menghadirkan dua narasumber utama dari Tokyo Metropolitan Institute of Gerontology (TMIG), Jepang, yakni Dr. Hiroyuki Suzuki dan Dr. Tomoya Takahashi.

Kegiatan ini dirancang inklusif dengan komunikasi trilingual (Bahasa Jepang, Inggris, dan Indonesia). Oleh karena itu, seorang interpreter Bahasa Jepang-Indonesia (Dr. Zulfikar Rachman, Universitas Brawijaya) dihadirkan untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta dan menjembatani pertukaran ide terkait teknis implementasi di lapangan. Tim REPRINTS dari TMIG menjelaskan bagaimana aktivitas intergenerational storytelling (berbagi cerita antar generasi) yang dilakukan oleh lansia kepada anak-anak dapat menjadi stimulus psikologis yang kuat. Program ini dirancang untuk menciptakan hubungan emosional yang bermakna (meaningful connections), sekaligus memberdayakan lansia agar tetap aktif, sehat, dan berdaya melalui partisipasi sosial di lingkungan masyarakat.
Sesi diskusi menjadi sangat dinamis saat membahas peluang dan tantangan implementasi di Indonesia. Mengingat adanya perbedaan signifikan pada tingkat minat baca antara Jepang dan Indonesia, tim peneliti mengeksplorasi strategi modifikasi agar program ini tetap efektif dan menarik bagi konteks lokal. Pendekatan lintas budaya ini menjadi kunci agar visi healthy aging dalam program REPRINTS dapat berakar kuat di Indonesia.

Workshop yang dimoderatori oleh Andrian Liem, Ph.D., Psikolog ini tidak hanya membuka peluang kolaborasi dengan TMIG tetapi juga memperluas jejaring kerjasama akademik dan nonakademik lainnya. Hal ini mempertegas posisi strategis Fakultas Psikologi UNS dalam kancah riset internasional dan perannya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs 2030), terutama pada pilar Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3), Pendidikan Berkualitas (SDG 4), serta Kemitraan Global (SDG 17).
Editor : Tim Humas Fakultas Psikologi UNS


