Kuliah Umum Blok PIO Bahas Tantangan Dunia Kerja Modern dan Strategi Menuju Organizational Excellence

Surakarta, 9 September 2026 — Dunia kerja terus mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi dan munculnya pola kerja remote maupun hybrid. Perubahan tersebut membawa tantangan baru bagi organisasi, terutama dalam menjaga keterhubungan karyawan, kesejahteraan, pengembangan talenta, hingga terciptanya pengalaman kerja yang positif. Merespons dinamika tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Umum Blok Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) dengan tema “From Employee Experience to Organizational Excellence” pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psikolog dan Dr. M. Shohib, S.Psi., M.Si. sebagai pembicara, dengan Dr. Nugraha Arif Karyanta, S.Psi., M.Psi. sebagai moderator. Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Wakil Dekan Fakultas Psikologi UNS, Dr. Aditya Nanda Priyatama, S.Psi., M.Si. Acara dihadiri pula oleh Ketua Program Studi Psikologi Dr. Theda Renanita, S.Psi., M.A. dan dosen Blok Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Acara diikuti oleh 271 peserta, yang terdiri atas 258 mahasiswa Psikologi angkatan 2025 serta 13 peserta eksternal, yang berasal dari alumni dan mahasiswa Fakultas Psikologi UNS. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu mengenai pengalaman kerja, kesehatan psikologis, serta pengelolaan talenta semakin relevan untuk dipahami oleh calon-calon profesional psikologi.

Dalam sambutannya, Dr. Aditya menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pembelajaran dari tiga mata kuliah, yaitu Psikologi Industri Organisasi, Manajemen Organisasi, serta Manajemen Talenta. Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa melihat bidang Psikologi Industri dan Organisasi tidak hanya dari sisi konseptual, tetapi juga dari penerapannya dalam dunia kerja.

“PIO tidak hanya dipandang sebagai mata kuliah yang bersifat teoritis, tetapi juga memiliki penerapan secara praktis,” kata Dr. Aditya dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta selama kegiatan berlangsung. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperoleh inspirasi dari pengalaman dan perspektif para praktisi.

Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M.T., Psikolog, membawakan materi “Psychological Challenges in the Remote Work Era: Virtual & Hybrid Teams.” Dalam paparannya, Prof. Fendy mengajak peserta memahami berbagai tantangan psikologis yang muncul seiring perubahan pola kerja menuju sistem remote dan hybrid.

Sistem kerja remote dan hybrid juga dapat memunculkan berbagai persoalan, seperti work fragmentation, kondisi always online, peningkatan stres, hingga berkurangnya interaksi sosial. Apabila tidak dikelola dengan baik, berbagai kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi pengalaman dan kesejahteraan karyawan.

Karena itu, organisasi perlu membangun healthy hybrid work melalui komunikasi yang efektif, dokumentasi kerja yang jelas, keadilan dalam akses serta dukungan terhadap kesejahteraan karyawan. Dengan pendekatan tersebut, fleksibilitas kerja dapat tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan psikologis maupun keterhubungan karyawan dengan organisasi.

Pembahasan dilanjutkan oleh Dr. M. Shohib, S.Psi., M.Si. melalui materi “From Employee Experience to Organizational Excellence.” Ia menjelaskan bahwa pencapaian organisasi yang unggul tidak terlepas dari bagaimana organisasi mengelola pengalaman dan perkembangan talenta di dalamnya.

Dalam konteks manajemen talenta, organisasi perlu melakukan proses yang berkelanjutan, mulai dari identifikasi, pengembangan, pemetaan, dan retensi talenta hingga succession planning. Pengelolaan tersebut diperlukan agar organisasi memiliki sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan organisasi, baik saat ini maupun di masa mendatang.

Dr. Shohib menekankan bahwa mempertahankan talenta tidak hanya berkaitan dengan kompensasi. Lingkungan kerja yang baik, kualitas kepemimpinan, kesempatan untuk berkembang dan membangun karier, serta kebermaknaan pekerjaan turut menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman kerja yang positif.

Lebih lanjut, pengembangan talenta bertujuan mengubah potensi yang dimiliki individu menjadi kapabilitas yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi organisasi. Proses tersebut dapat dibangun melalui challenge, support, dan feedback, dengan pengalaman sebagai salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran.

“Employee experience dan pengelolaan talenta yang baik menjadi faktor penting dalam mencapai organizational excellence,” menjadi salah satu yang ditekankan oleh Dr. M. Shohib, S.Psi., M.Si.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai tantangan psikologis dalam dunia kerja yang semakin fleksibel, tetapi juga diajak melihat keterkaitan antara employee experience, talent management, dan organizational excellence. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan perspektif yang lebih utuh dalam memahami manusia dan organisasi di tengah perubahan dunia kerja.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), melalui penguatan pemahaman mahasiswa mengenai kesehatan psikologis, menciptakan lingkungan kerja yang layak, serta adaptasi organisasi terhadap perubahan teknologi yaitu system kerja remote dan hybrid.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait