
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dikemas dalam skema MBKM Riset Psikologi UNS merupakan upaya untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, serta pengabdian sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat membagikan ilmunya kepada masyarakat. Begitu pula bagi kelompok MBKM Riset Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (FaPsi UNS) yang beranggotakan, Rizky Sayyida, Olianda Ivanna Kurayana, Rachel Ayuningtyas Wahyudi, dan Sarah Putri melaksanakan pengabdiannya melalui program “Senandung”, yaitu Sesi Refleksi Pemaknaan Lirik Lagu sebagai Dukungan Psikologis yang dilaksanakan pada hari Senin, 28 September – Jumat, 9 Oktober 2026. Intervensi ini diberikan kepada teman difabel di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas DIY (BRTPD DIY), dengan dosen pembimbing Alma Marika Geraldina, M.A., Ph.D.

Program “Senandung” dirancang dalam bentuk intervensi berbasis musik yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis bagi teman difabel yang menjadi penerima manfaat balai rehabilitasi sosial. Program ini terdiri atas rangkaian kegiatan sederhana yang menarik karena menggunakan musik yang akrab dengan kehidupan sehari-hari sebagai media utamanya. Teman difabel diajak untuk mengikuti beragam aktivitas dalam enam sesi utama program “Senandung”, mulai dari mendengarkan lagu, refleksi, journaling, serta mengerjakan worksheet yang berisi kegiatan interaktif seperti melengkapi gambar, menempel, permainan labirin, dan lain-lain.
Selain kegiatan utama yang menjadi bagian dari “Senandung”, terdapat juga kegiatan berbasis kreatifitas yang memberikan pengalaman berbeda melalui menganyam kertas dan menanam dengan diiringi lagu. Peserta juga diajak untuk menyusun sebuah puzzle sederhana bergambar potret diri serta potret bersama dengan penerima manfaat yang lain sebagai bentuk solidaritas dan kekeluargaan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak mengikuti dengan semangat dan selalu menantikan kegiatan selanjutnya. “Tadinya teman-teman (teman difabel penerima manfaat) ini keberatan karena menjadi bagian dari penelitian, tetapi setelah mengikuti kegiatan hari pertama, mereka bertanya kapan kakak-kakak mahasiswa ini datang lagi begitu,” ungkap salah satu pekerja sosial di BRTPD DIY. Salah satu peserta juga mengaku, “kegiatannya menarik sekali, soalnya bisa mendengarkan musik dan bernyanyi bersama teman-teman yang lain.”

Melalui program MBKM Riset ini, mahasiswa turut mendapatkan kesempatan belajar banyak hal terutama mengenai dinamika kehidupan di balai rehabilitasi sosial. Teman-teman difabel di balai rehabilitasi sosial memiliki latar belakang dan pengalaman hidup yang beragam. Berbagai faktor, seperti situasi keluarga, kondisi kesehatan, dan keadaan sosial-ekonomi, turut membentuk perjalanan hidup serta kebutuhan dukungan masing-masing individu. Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi seluruh penduduk di segala usia, maka program “Senandung” ini diharapkan dapat turut berperan dalam memberi dukungan kesejahteraan psikologis bagi kelompok difabel penerima manfaat di balai rehabilitasi. Dengan pemaknaan dan refleksi lirik lagu yang dikemas dalam berbagai aktivitas menarik, teman difabel diharapkan dapat lebih menyadari bahwa di dalam hidupnya yang terasa tidak mudah, masih ada harapan dan potensi yang dapat menjadi sumber kekuatan untuk bangkit.


