
PASURUAN, UNS – Berdirinya bangunan perpustakaan dengan deretan rak buku yang rapi di sekolah tidak secara otomatis menggerakkan anak-anak untuk aktif membaca. Menjawab tantangan tersebut, tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) dari Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menghadirkan layanan psikoedukasi dan pendampingan akuisisi literasi di SDN Cobanblimbing II, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Program yang diketuai oleh Selvi Sumardin, S.Psi., M.A., bekerja sama dengan Nur Hamidah, S.Pd., selaku guru sekaligus penanggungjawab perpustakaan di SDN Cobanblimbing II, dan melibatkan tujuh mahasiswa dari Fakultas Psikologi Program ini berlangsung intensif selama delapan minggu dari Mei hingga September 2026, dengan pelaksanaan aksi lapangan yang terbagi pada tiga gelombang, yakni 16-18 Juli 2026, 20 Juli-31 Agustus 2026, dan 11-12 September 2026.
Inisiatif ini berakar dari kondisi sosioekonomi mayoritas orang tua siswa yang bekerja sebagai buruh dan pedagang kecil sehingga memiliki waktu yang sangat terbatas untuk mendampingi anak membaca di rumah. Di saat yang sama, kegiatan literasi di sekolah masih berjalan secara insidental di perpustakaan “Coba Baca” yaitu perpustakaan ramah anak yang diinisiasi sekolah sejak setahun terakhir. Perpustakaan Coba Baca dikembangkan berdasarkan standar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, namun pemanfaatannya belum optimal. Untuk mentransformasi perpustakaan menjadi pusat akuisisi literasi untuk anak, tim P2M UNS merancang dua langkah strategis yang menyasar 22 siswa kelas tiga serta jajaran guru pendamping.

Langkah strategis pertama dilakukan melalui pendampingan kelompok membaca nyaring (read aloud) secara terstruktur. Tim UNS menyusun jadwal intervensi, perangkat ukur, hingga lokakarya bagi guru untuk mempersiapkan sesi bercerita secara ekspresif, diskusi interaktif, dan pencatatan kunjungan siswa. Dampak intervensi ini diukur menggunakan skema pretest dan posttest setelah melalui 4 minggu sesi terjadwal untuk bercerita nyaring (read aloud). Program ini menetapkan target keberhasilan yang terukur, hasilnya kehadiran siswa mencapai 89% dari target awal 50%.
Langkah kedua berfokus pada asesmen objektif dan modernisasi perpustakaan. Mengacu pada 12 dimensi standar perpustakaan ramah anak Kemendikdasmen, instrumen evaluasi yang disusun tim berhasil memetakan bahwa perpustakaan Coba Baca telah memenuhi 4 dari 12 indikator atau sebesar 33%, sementara 8 indikator sisanya memerlukan penataan lanjutan untuk dapat dioptimalkan. Sebagai prioritas penanganan, tim dan pihak sekolah menyepakati langkah digitalisasi. Pada puncak pendampingan tanggal 11-12 September 2026, tim UNS secara resmi menyerahkan lima perangkat manajemen literasi, meliputi Standar Operasional Prosedur (SOP) perpustakaan ramah anak, rujukan perjenjangan buku, sistem e-perpustakaan untuk pencatatan kunjungan dan peminjaman digital, lembar asesmen, serta buku panduan praktis untuk pendidik.
Seluruh rangkaian psikoedukasi ini berpijak pada landasan ilmiah yang kokoh. Temuan meta-analisis oleh Bus dan kawan-kawan pada tahun 1995 menegaskan bahwa membaca bersama merupakan kunci utama keberhasilan anak dalam belajar membaca. Hal ini diperkuat oleh penelitian Pasya dan Sumardin tahun 2026 di UNS yang membuktikan bahwa pembacaan buku cerita terstruktur efektif meningkatkan kemampuan kognitif ingatan kerja (working memory) anak, di mana penggunaan cerita berbahasa Indonesia terbukti sama efektifnya dengan cerita berbahasa Inggris dalam mengoptimalkan perkembangan Bahasa serta kognisi siswa.
Dampak nyata dari intervensi ini kini telah dirasakan oleh pihak sekolah, mulai dari meningkatnya keterampilan guru dalam penataan sesi membacakan cerita, tersedianya pemetaan peta kondisi perpustakaan secara objektif, hingga beralihnya sistem pencatatan peminjaman buku ke format digital. Kepala SDN Cobanblimbing II, Nadifa, S.Pd., menyambut baik keberhasilan program ini dan berkomitmen memasukkan kegiatan literasi digital serta membaca nyaring ke dalam Rencana Kerja Sekolah tahun berikutnya. Pimpinan Fakultas Psikologi UNS turut menegaskan bahwa program pengabdian ini merupakan wujud nyata komitmen civitas akademika UNS dalam menerjemahkan hasil riset menjadi solusi nyata di tengah masyarakat, yang luarannya disiapkan dalam bentuk artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat ber-ISSN agar dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain.
Secara lebih luas, keberhasilan program pengabdian masyarakat ini turut mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan akuisisi literasi anak berkontribusi pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, penerapan e-perpustakaan mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta penyediaan akses bacaan inklusif bagi anak dari latar belakang keterbatasan ekonomi mewujudkan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Selain itu, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar ini menjadi wujud nyata pelaksanaan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, membuktikan bahwa inovasi literasi mampu membuka masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak di daerah.

Tim Peneliti
- Selvi Sumardin, S.Psi., M.A.
- Fadjri Kirana Anggarani, S.Psi., M.A.
- Dwi Widandari Kusuma Maheswari
- Gloria Abygael Phutri Bakara
- Yohana Berlian Putri Rosaria
- Maria Alexandria Dealova
- Dimas Cahya Paneguh Imana
- Zhafirrana Athifa Alfarisy Pasya
- Muhammad Surya Ramadhana


