Kelompok MBKM Riset Fakultas Psikologi UNS dan Yayasan Lovely Pink Solo Mengadakan Kegiatan Expressive Writing untuk Penyintas Kanker Payudara

“Kanker mungkin mengubah tubuhmu, tapi tidak akan pernah menghapus cahaya dan kekuatan yang Ibu miliki.” Sepatah kalimat yang disampaikan oleh Safira Nur Fitriana, S.Psi, M.Psi., Psikolog ketika berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan Pelatihan Expressive Writing untuk Penyintas Kanker Payudara Yayasan Lovely Pink Solo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program MBKM-Riset Fakultas Psikologi UNS. Kelompok MBKM Riset ini beranggotakan empat mahasiswa Psikologi UNS: Bunga Kayladiva Az Zahra, Dinna Khoirunnisa Pridawati, Eqi Ananta Adila Hanif, dan F. Riski Anggraeni dengan dosen pembimbing Andrian Liem, Ph.D., Psikolog.

Foto Bersama Kelompok MBKM Riset FaPsi UNS, Fasilitator, dan Peserta Expressive Writing

 

Kegiatan ini didasarkan oleh sebuah fenomena bahwa kanker payudara menempati posisi pertama sebagai jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia. Seseorang dengan kanker payudara sebagian besar mengalami penerimaan diri yang rendah dan mengeluh tentang kondisi kesehatan bahkan bentuk tubuhnya akibat pengobatan, seperti kerontokan rambut dan perubahan bentuk tubuh sehingga seringkali mengalami kesulitan dalam melihat nilai positif dalam dirinya. Salah satu alternatif kegiatan untuk meningkatkan nilai positif tersebut adalah pelatihan expressive writing, yaitu kegiatan menulis dengan instruksi khusus terkait pengalaman emosional yang pernah dialami, yang sedang berlangsung, maupun yang mungkin dihadapi di masa depan terkait masalah tertentu. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi penyintas kanker payudara di Yayasan Lovely Pink Solo dan meningkatkan penerimaan diri melalui pelatihan expressive writing.

Kegiatan expressive writing dilakukan pada 11 & 18 Oktober 2025, bertempatkan di ruang kelas SMKN 2 Surakarta. Pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan bagian dari Breast Cancer Awareness Month yang diperingati setiap bulan Oktober. Pada hari pertama, kegiatan berlangsung selama dua jam dan terdiri atas dua agenda utama, yaitu pemaparan materi psikoedukasi tentang expressive writing dan pelaksanaan sesi menulis yang dipandu oleh fasilitator. Sesi menulis pada hari pertama dibagi ke dalam dua bagian, yaitu emotional disclosure dan cognitive appraisal. Pada bagian emotional disclosure, peserta diarahkan untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini terpendam melalui tulisan; sedangkan untuk bagian cognitive appraisal, peserta diminta untuk untuk menilai ulang masalah yang dialami. Di sela-sela kegiatan tersebut diberikan ice breaking untuk mencairkan suasana. Sebagai penutup, peserta diberikan lembar expressive writing untuk dibawa pulang yang bertujuan agar peserta bisa mempraktikkan expressive writing secara mandiri.

Fasilitator memberikan psikoedukasi kepada peserta

 

Hari kedua, kegiatan berlangsung selama dua setengah jam yang juga terdiri atas dua agenda utama, yaitu pelaksanaan sesi menulis dan pelaksanaan refleksi. Pada hari kedua ini, sesi menulis juga dibagi ke dalam dua bagian, yaitu benefit finding dan looking to the future yang dipandu oleh fasilitator. Pada bagian benefit finding, peserta diarahkan untuk menyadari akan perolehan manfaat positif yang muncul setelah mengalami diagnosis dan pengobatan dari kanker yang dialami; sedangkan untuk bagian looking to the future, peserta diminta untuk menulis mengenai harapan atau kemungkinan yang terjadi di masa depan mengenai diri mereka. Kegiatan ini ditutup dengan pengerjaan worksheet refleksi dan posttest oleh peserta yang dipandu Tim MBKM Riset FasPsi UNS untuk merefleksikan manfaat dari kegiatan yang telah dilakukan. 

Antusiasme peserta Expressive Writing

 

Pelaksanaan sesi menulis menjadi bagian yang sangat mengesankan dan mengharukan karena banyak peserta yang meneteskan air mata ketika menumpahkan kisahnya melalui tulisan. Beberapa dari mereka membagikan kisahnya secara langsung kepada psikolog dan peserta lainnya setelah dilaksanakannya sesi tersebut. Respons yang diberikan oleh peserta terkait keberjalanan kegiatan ini pun sangat positif. Salah satunya, Ibu Melati (57 tahun) yang mengatakan bahwa dia merasa lebih lega setelah dapat mencurahkan gundahnya ke dalam tulisan ketika mengikuti kegiatan expressive writing. 

Pelaksanaan expressive writing

 

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keseluruhan kegiatan memicu keluarnya emosi yang kuat dan perubahan positif pada diri peserta. Melalui tulisannya, peserta menunjukkan adanya usaha untuk menerima keadaan dirinya, peningkatan spiritualitas rasa syukur, serta semangat untuk menjalani hidup dengan lebih bermakna dan penuh harapan. Peserta juga menunjukkan peningkatan pada penerimaan diri setelah melaksanakan kegiatan expressive writing.

Saran dari salah satu peserta adalah jumlah dari peserta kegiatan expressive writing diperbanyak supaya terasa lebih menyenangkan dan bermakna. Hal tersebut menandakan penerimaan anggota Lovely Pink terhadap kegiatan ini yang sejalan dengan harapan kelompok MBKM, yaitu perancangan program dapat menciptakan modul sebagai panduan yang terstruktur dalam memfasilitasi penyintas kanker payudara untuk mengekspresikan pengalaman emosionalnya serta membangun penerimaan terhadap diri sendiri. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals, khususnya nomor tiga, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera dan nomor lima, yaitu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Editor : Tim Humas Fakultas Psikologi UNS 

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait