Penguatan Komunitas Urban melalui Edukasi Pengelolaan Keuangan Keluarga di Kelurahan Keprabon Surakarta

Surakarta — Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Seminar Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Penguatan Komunitas Urban Berbasis Pemberdayaan Sosial Ekonomi di Kelurahan Keprabon Surakarta” pada Jumat, 19 Juni 2026, bertempat di Pendopo Kelurahan Keprabon, Kota Surakarta. Kegiatan ini menghadirkan materi “Bijak Mengatur Uang Rumah Tangga dan Mengenal Investasi Aman bagi Keluarga” sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan sosial dan ekonomi.

Kegiatan ini menyasar penguatan literasi keuangan keluarga di lingkungan perkotaan, dengan harapan pegawai kelurahan dan warga dapat mengelola keuangan rumah tangga secara lebih sehat, terukur, dan aman dari praktik investasi ilegal.

Mengenali Kebiasaan yang Menguras Keuangan Keluarga

Pada sesi pembuka, peserta diajak mengenali fenomena keuangan keluarga masa kini yang kerap membuat uang habis tanpa terasa. Beberapa pola perilaku yang dibahas antara lain FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once), dan FOPO (Fear of Other People’s Opinions). Selain itu, peserta diingatkan untuk mewaspadai kebiasaan seperti soft saving (menyisihkan terlalu sedikit untuk masa depan), doom spending (belanja impulsif saat stres atau lelah), serta tekanan sosial yang membuat pengeluaran sulit dikendalikan. Kunci yang ditekankan sederhana namun penting: sadar sebelum belanja.

 

Tiga Pilar Materi: Perencanaan, Penganggaran, dan Investasi

Materi disampaikan dalam tiga bagian utama. Pertama, Perencanaan Keuangan, yaitu menyusun arah keuangan keluarga agar kebutuhan bulanan, tujuan pendidikan, pembelian rumah, persiapan pensiun, dan perlindungan keluarga tetap terkendali. Peserta diajak memahami lima aspek pengelolaan keuangan secara menyeluruh: penghasilan, pengeluaran, aset, hutang, dan proteksi, dengan prinsip selalu memeriksa arus kas sebelum menambah hutang.

Kedua, Budgeting atau penganggaran. Sebagai titik awal yang sederhana, peserta diperkenalkan pada pembagian anggaran 50% untuk kebutuhan sehari-hari, 30% untuk cicilan, dan 20% untuk menabung atau berinvestasi, dengan catatan angka tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Peserta juga didorong untuk mencatat pengeluaran secara rutin guna menemukan kebocoran anggaran, salah satunya melalui praktik harian mencatat transaksi dalam waktu singkat setelah berbelanja.

Ketiga, Investment atau investasi. Peserta dikenalkan pada beragam instrumen sesuai tujuan dan profil risiko, mulai dari reksa dana, instrumen pendapatan tetap seperti deposito dan obligasi, hingga saham untuk tujuan jangka panjang. Pesan yang ditekankan adalah memulai dari yang kecil, rutin, dan legal.

 

Waspada Investasi Bodong dan Bijak di Era Digital

Materi juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan keamanan keuangan digital. Peserta diingatkan untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan finansial seperti OTP, PIN, dan kata sandi, memastikan legalitas aplikasi keuangan yang terdaftar dan diawasi OJK, serta mewaspadai tawaran investasi dengan janji imbal hasil tinggi dan cepat tanpa risiko.

Simulasi Anggaran Bulanan

Untuk memperkuat pemahaman, peserta diajak melakukan simulasi perencanaan keuangan sederhana yang memisahkan pemasukan, kebutuhan rutin, cicilan, tabungan/investasi, dan dana darurat. Latihan ini membantu peserta melihat secara langsung pemasukan, pengeluaran, sisa anggaran, dan target menabung dalam satu format yang mudah diterapkan di rumah. Khusus untuk konteks keluarga di Solo, peserta juga diingatkan untuk memasukkan pos biaya sosial dan kegiatan lingkungan ke dalam anggaran.

 

Tim Pelaksana

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim RG Applied Psychometrics & Assessment, Fakultas Psikologi UNS yang terdiri atas:

  • Dr. Theda Renanita, S.Psi., M.A.
  • Arista Adi Nugroho, S.Psi., M.M.
  • Dr. Moh. Abdul Hakim, S.Psi., M.A.
  • Dr. Phil. Ayu Okvitawanli, B.CogSc., M.Sc.
  • Drs. Bagus Wicaksono, M.Si.
  • Fadjri Kirana Anggarani, S.Psi., M.A.
  • Reginapta Nitya Prasetyani, S.Psi., M.AP.
  • Refitia Graceiana Meyline Naibaho
  • Theresa Margaretha Gurusinga
  • Varel Arjuna Cakti

 

Materi seminar disampaikan oleh Wahyu Trinarningsih, CFP, selaku narasumber dengan latar belakang perencana keuangan tersertifikasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan keuangan keluarga di Kelurahan Keprabon menjadi semakin tenang, terukur, dan aman, dimulai dari langkah kecil seperti mencatat pengeluaran hari ini. Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kelurahan Keprabon serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Kegiatan pengabdian ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan berkualitas dan SDGs 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan didanai oleh RKAT Universitas Sebelas Maret Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset Universitas Sebelas Maret (PKM HGR-UNS) dengan Nomor Perjanjian Penugasan Pengabdian: 463/UN27.22/PT.01.03/2026.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait