Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi menjajaki kerjasama strategis dengan Universidade Dili (Timor Leste), Institut Nasional de la Santé et de la Recherche Médicale (French National Institute for Health and Medical Research / INSERM, Prancis), dan Food for the Hungry (FH) Indonesia. Kerja sama ini difokuskan pada penelitian kolaborasi, pengabdian kepada masyarakat tingkat internasional, dan pendampingan pendirian Fakultas Psikologi di Timor Leste. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja sama, Internasionalisasi, dan Informasi, Prof. Irwan Trinugroho, Ph.D, didampingi oleh Dr. Aditya Nanda Priyatama (Wakil Dekan Bidang Akademik, Non-Akademik, dan Kemahasiswaan), Dr. Moh. Abdul Hakim (Kepala Program Studi S1 Psikologi), Dr Andrian Liem (Koordinator Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi), Astiyana Arum Larasati, M.Psi. (Koordinator Partnership dan Alumni), dengan tamu undangan Dr. Marie-Laure Parmentier (Research Director at INSERM), Fitri Kusumasari, S.Psi., M.K.M. (Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universidade Dili), dan Effendy Aritonang, MDiv-ICUS (Country Director of Yayasan Fondasi Hidup / Food for the Hungry Indonesia).

Pembahasan turut mencakup rencana pengembangan program magister Fakultas Psikologi UNS, termasuk keseimbangan antara teori dan praktik yang dipaparkan oleh Dr. Moh. Abdul Hakim selaku Kepala Program Studi S1 Psikologi UNS. Model kurikulum yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam riset dan proyek berbasis masyarakat dipandang penting untuk membekali lulusan dengan keterampilan aplikatif. Aspek lain yang diperhatikan adalah sistem kredit kuliah (SKS), persyaratan bahasa, serta integrasi pembelajaran daring dan luring terkait program double degree dan KKN internasional.

Kolaborasi Internasional di Penelitian dan Layanan Sosial
Pertemuan ini menekankan pentingnya kolaborasi internasional di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai peluang kerja sama dibahas antara peserta networking meeting dari universitas dan praktisi (LSM), termasuk riset bersama, pertukaran mahasiswa, hingga program pengembangan komunitas lintas negara. Para peserta networking meeting menekankan bahwa setiap program harus berangkat dari pemahaman mendalam atas kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai budaya setempat agar implementasi berjalan efektif dan berkelanjutan. Dr. Marie-Laure Parmentier, Research Director at INSERM, menekankan pentingnya adaptasi ilmuwan dalam menghadapi tantangan global. Kolaborasi UNS dengan INSERM diharapkan membuka akses terhadap riset kelas dunia, khususnya dalam bidang kesehatan mental dan intervensi berbasis masyarakat.

Pendampingan Pendirian Fakultas Psikologi di Timor Leste
Perwakilan dari Universidade Dili menaruh harapan besar terhadap UNS untuk mendampingi proses pendirian Fakultas Psikologi di sana karena Pemerintah Timor Leste sangat mendukung lahirnya fakultas psikologi untuk mempelajari dan meningkatkan kesehatan mental masyarakat Timor Leste. Saat ini, Universidade Dili telah memiliki enam fakultas dengan lebih dari 5.600 mahasiswa tetapi belum dapat membuka program studi psikologi karena keterbatasan sumber daya manusia.
“UNS siap memberikan dukungan akademik dan kelembagaan dalam pembukaan program studi Psikologi di Universitas Dili. Selain itu, UNS juga mendorong pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Timor Leste sebagai bentuk nyata kontribusi dalam pengabdian masyarakat,” ujar Prof. Irwan Trinugroho selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, Internasionalisasi, dan Informasi yang sangat mendukung permintaan tersebut.

Mengatasi Tantangan Masyarakat Melalui Upaya Kolaboratif
Dalam networking meeting ini, isu-isu sosial dan kesehatan masyarakat juga dibahas secara serius, misalnya stunting, HIV, dan pengelolaan sampah yang menjadi tantangan bersama. Para peserta rapat sepakat bahwa isu tersebut memerlukan kolaborasi erat antara universitas, LSM, dan komunitas lokal.
Selain fokus pendidikan, rapat kerjasama ini juga membahas isu kemanusiaan, khususnya dukungan terhadap pengungsi. Tantangan yang dihadapi pengungsi, mulai dari kebutuhan hukum, tempat tinggal, hingga akses layanan dasar, membutuhkan kerja sama internasional yang solid. Faktor politik dan ekonomi juga turut memengaruhi proses resettlement dan integrasi pengungsi. Dalam konteks ini, peran organisasi internasional serta jejaring universitas menjadi sangat penting. Pendekatan berbasis bukti, partisipasi masyarakat, serta sensitivitas budaya adalah kunci keberhasilan intervensi,” jelas Effendy Aritonang, MDiv-ICUS dari Food for the Hungry Indonesia.
UNS sebagai Pusat Kolaborasi Global
Dengan adanya 14 fakultas, 2 sekolah, dan lebih dari 70.000 mahasiswa, UNS terus berkomitmen memperkuat perannya sebagai pusat kolaborasi global di kawasan Asia Tenggara. Melalui kerjasama internasional lintas sektor dan disiplin ini, Fakultas Psikologi UNS turut berkontribusi dalam mewujudkan tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good health and well-being) dan SDG 10 (Reduced inequality).
“UNS menekankan pentingnya langkah nyata dalam kerja sama internasional. Kami mengutamakan implementasi program sebagai bentuk komitmen sebelum melangkah ke perjanjian formal. Dengan demikian, manfaat kerja sama dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas,” tegas Prof. Irwan Trinugroho.
Dokumentasi dan Editor : Tim Humas Fakultas Psikologi UNS


