Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta (FaPsi – UNS) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender Universitas Sebelas Maret (PPKG UNS) sukses menyelenggarakan International Symposium bertajuk “From Islands to Heartlands: Climate Resilience, Place Bonds, and Gendered Insight for Sustainable Change”. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, tanggal 10 September 2025, pukul 09.00–13.00 WIB. bertempat di Ruang Indraprastha, Lantai 2 UNS Inn Surakarta.

Simposium Internasional dibuka dengan sambutan hangat dari Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K) selaku Plt Dekan Fakultas Psikologi UNS yang menekankan pentingnya peran ilmu psikologi dalam penanganan krisis iklim. Setelah sambutan, dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata oleh Dr. Tri Rejeki Andayani, S.Psi., M.Si selaku Ketua PPKG dan Dosen Fakultas Psikologi UNS, serta pemberian kain tradisional dari Timor Leste oleh salah satu pembicara, Fitri Kusumasari, S.Psi., M.K.M.

Simposium Internasional dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama dimoderatori oleh Dr. Sri Kurnianingsih, M.M., Psikolog (dosen Fakultas Psikologi UNS) dengan menghadirkan dua pembicara, yaitu Dr. Andrian Liem (dosen sekaligus Koordinator Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi UNS) dengan judul presentasi “Preliminary Findings of IMPACT-SEA Project” dan Dra. Sri Kusumo Habsari, M.Hum., Ph.D dengan topik “Voices from the Margins: Woman’s Situated Knowledge on Climate Change”. Sesi kedua dimoderatori oleh Dr. Sudirman Nasir dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS dengan pembicara internasional dan nasional, yaitu Fitri Kusumasari, S.Psi., M.K.M. (Universidade Dili, Timor Leste) dengan materi “Maternal Health and Climate Crisis”, Dr. Marie-Laure Parmentier (French National Institute for Health and Medical Research / INSERM, Prancis) dengan materi “Eco-worry and Mental Health Perspective among French Populations”, dan Effendy Aritonang, MDiv-ICUS (Food for the Hungry Indonesia) dengan materi “Sustainable Community Empowerment for Climate Resilience”.

Salah satu poin utama yang dapat dirangkum dari paparan para narasumber adalah ikatan emosional dengan tanah/lokasi hidup serta pengetahuan lokal, khususnya dari perempuan, membentuk kerentanan sekaligus ketahanan menghadapi perubahan iklim, seperti pedang bermata dua. Perempuan mengalami dampak berbeda dan sering menanggung beban lebih besar. Akan tetapi mereka dapat menghadirkan solusi inovatif ketika diberi dukungan.

Kegiatan Simposium Internasional ini mencatat 126 peserta yang mendaftar dari berbagai negara selain Indonesia, termasuk Afghanistan, Australia, Brasil, Inggris, Pakistan, dan Nigeria. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga peneliti. Kegiatan diseminasi pengetahuan ini mendapat dukungan melalui hibah Science et Impact dari Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia melalui Institut Français d’Indonésie (IFI) yang bertujuan menghubungkan peneliti Indonesia, Prancis, dan Timor Leste. Melalui kegiatan ini Fakultas Psikologi UNS menunjukkan komitmennya mewujudukan SDGs khususnya SDG 13 (Climate Action) melalui SDG 11 (Sustainable cities and communities) dan SDG 5 (Gender equality).
Dokumentasi dan Editor : Tim Humas Fakultas Psikologi UNS


