Tim PIM UNS Gelar Pelatihan Lansia Bercerita di Wisma Lansia Harapan Asri Semarang

Tim Pengabdian Internasional Mandatory (PIM) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan “Pelatihan Lansia Bercerita” pada 26–27 September 2026 bertempat di Wisma Lansia Harapan Asri (WLHA), Semarang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Psychogerontology Workshop yang menjadi bagian awal dari Adaptasi Program REPRINTS (Research of Productivity by Intergenerational Sympathy) dari Tokyo Metropolitan Institute of Gerontology (TMIG) Jepang dalam menunjang kualitas hidup lansia di Indonesia. Kerjasama tersebut diinisiasi Dr. Andrian Liem dari Fakultas Psikologi.

Kegiatan Pelatihan Lansia Bercerita dibuka oleh Pimpinan WLHA, Br. Heri Suparno, CSA., dan diikuti kurang lebih 24 warga lansia WLHA.  Di akhir pembukaan, Prof. Purwati mewakili Fakultas Psikologi dan Dr. Tri Rejeki Andayani dari Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender (PPKG) LPPM UNS sekaligus sebagai  Ketua PIM UNS 2026 menyerahkan vandel kepada pimpinan WLHA.

Sebelum memasuki sesi pelatihan,  suasana dicairkan dengan brain gym yang dipimpin Dr. Alma Marikka Geraldina, dan dilanjutkan pengantar pelatihan  oleh Dr. Anayanti Rahmawati.

“Selain sebagai media berbagi pengalaman hidup, kegiatan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri lansia, melatih kemampuan komunikasi, menstimulasi daya ingat dan fungsi kognitif, dan memperkuat hubungan antargenerasi melalui aktivitas bercerita”, kata Dr. Anayanti.

Peserta tampak makin antusias saat memasuki sesi pembekalan materi berupa Membaca Nyaring (Read Aloud) oleh Dr. Sri Kurnianingsih. Serta Keajaiban Mendongeng dan Teknik Bercerita Naratif oleh Prof. Sri Kusumo Habsari. Usai pembekalan dan simulasi bercerita, selanjutnya peserta diajak mengenali ekspresi, intonasi, dan pemaknaan pesan cerita yang dipandu oleh Dr. Farida Hidayati. Pelatihan hari pertama diakhiri dengan pembagian buku cerita berjudul “Elga Cemas” dan “Krauk! Krauk!” untuk dipelajari sebagai bekal memasuki hari berikutnya.

Memasuki hari kedua, peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diajak mengingat kembali materi di hari pertama dipandu Dr. Trisni Utami. Selanjutnya setiap kelompok kecil difasilitasi dan didampingi  Tim PKM UNS (dosen dan mahasiswa) untuk praktik bercerita dengan sesama lansia. Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan keterampilan lansia sebelum nantinya bercerita pada cucunya (cerita lintas generasi).

Lansia di setiap kelompok tampak antusias dan penuh penjiwaan saat praktik bercerita. Bahkan ada yang sudah hafal isi buku cerita,  dan berimprovisasi dengan gestur, artikulasi, dan ekspresif yang mendukung penuturan isi cerita. Selanjutnya peserta kembali dikumpulkan dalam kelompok besar, dan diminta perwakilan dari opa dan oma untuk berani tampil bercerita di depan. Sesi ini dipandu oleh Berliana Widi Scarvanovi, dan diakhiri dengan pesan kesan peserta. Salah satu warga lansia WLHA yang merupakan penulis cerita anak, Oma Mathilda menyambut baik kegiatan bercerita lintas generasi ini karena dapat mengobati kerinduan oma dan opa akan kehadiran cucu-cucunya. Program intergenerational storytelling ini diharapkan dapat berkelanjutan, dan warga lansia WLHA siap bercerita pada saat mendapat kunjungan dari cucu atau peserta didik dari PAUD atau Sekolah Dasar nantinya.

Program ini bersumber dari Dana Non APBN UNS TA 2026 (No. 461/UN27.22/PT.01.03/2026), dan beranggotakan dosen dari Fakultas Psikologi (FAPSI), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas tersebut. Melalui keterlibatan ini, diharapkan mahasiswa dapat berkolaborasi untuk menindaklanjuti program ini melalui kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Mahasiswa Berdampak lainnya.

Rangkaian kegiatan ini ditutup oleh Ketua Tim PIM UNS, dan ditandai dengan penyerahan satu paket buku cerita persembahan dari Yayasan Litara kepada warga lansia WLHA yang diwakili Opa Thomas dan Oma Fenny, serta didampingi Manajemen WLHA, Ns. Klara Laras Pramudyta Widyakusuma.

“Melalui buku-buku ini, semoga aktivitas bercerita terus berlanjut di WLHA karena kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas lansia bercerita, namun juga mendukung fungsi kognitifnya, serta dapat meningkatkan kebahagiaan lansia”,  harap Dr. Tri Rejeki.

Kerja sama dari berbagai pihak menunjukkan program ini tidak hanya mendukung pencapaian SDGs 2030 ke-3 (Good Health and Well-being), dan ke-4 (Quality Education), tetapi juga tujuan ke-17 (Partnerships for the Goals).   

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait