Kelompok MBKM Riset Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (FaPsi – UNS) yang beranggotakan Muhammad Rifki Pratama, Muhammad Iqbal Ar Rasyid, Shafiqah Iftsany Az Zahra, Sovita Dwi Raisha Putri, dan Windi Anomsari, di bawah bimbingan Ibu Pratista Arya Satwika, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Perilaku Kerja Proaktif Mahasiswa Magang melalui Program Psychological Empowerment dan Reward” di PT Ruang Riang Lokananta.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan mahasiswa magang dalam menerapkan perilaku kerja proaktif di lingkungan kerja. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan rasa tanggung jawab, inisiatif, dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas tanpa selalu menunggu instruksi dari atasan, sehingga dapat berkontribusi lebih optimal terhadap kinerja perusahaan.
Peningkatan perilaku kerja proaktif menjadi penting karena mahasiswa magang sering kali menghadapi situasi kerja yang menuntut adaptasi cepat, pengambilan keputusan mandiri, serta kemampuan berkomunikasi efektif di bawah supervisi terbatas. Oleh karena itu, program ini menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi psikologis yang relevan dengan dunia kerja profesional.

Program ini diikuti oleh 9 mahasiswa magang dari berbagai divisi dan dilaksanakan dalam tiga sesi, yaitu pada 9 Oktober 2025 (Sesi 1), 10 Oktober 2025 (Sesi 2), dan 14 Oktober 2025 (Sesi 3), bertempat di Ruang Pustaka PT Ruang Riang Lokananta, Surakarta. Kegiatan dibuka dengan pelaksanaan pretest menggunakan kuesioner yang telah diuji coba sebelumnya untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta terhadap perilaku kerja proaktif.
Pada Sesi 1, peserta menerima materi mengenai Psychological Empowerment dengan fokus pada dua aspek, yaitu meaning dan competence. Materi disampaikan oleh Eva Arifatul Khoridah, S.Psi., alumni Fakultas Psikologi UNS. Sesi ini dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif dan praktik role play agar peserta dapat mempraktikkan perilaku proaktif dalam konteks simulasi kerja.
Pada Sesi 2, pelatihan dilanjutkan dengan pembahasan aspek self-determination dan impact yang juga dipandu oleh Eva Arifatul Khoridah, S.Psi. Sesi ini dilengkapi dengan kegiatan Leaderless Group Discussion (LGD) yang mendorong peserta untuk berkontribusi aktif dan menunjukkan kemampuan kolaboratif tanpa adanya pemimpin formal. Setiap peserta juga mendapatkan handout pelatihan sebagai panduan sekaligus buku saku untuk membantu memahami dan mengingat kembali materi yang telah diberikan.

Setelah dua sesi pelatihan utama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan pemberian reward pada Sesi 3 (14 Oktober 2025). Evaluasi dilakukan oleh supervisor di masing-masing divisi untuk menilai sejauh mana peserta mampu menerapkan perilaku proaktif dalam pekerjaan sehari-hari selama satu minggu setelah pemberian materi di sesi 1 dan 2. Mahasiswa yang menunjukkan peningkatan signifikan diberikan reward sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar terus mempertahankan perilaku kerja proaktif.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengikuti posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan perilaku setelah pelatihan. Hasil posttest kemudian dibandingkan dengan pretest sebagai dasar evaluasi efektivitas program.
Kegiatan pelatihan ini menjadi wujud nyata penerapan ilmu psikologi dalam konteks dunia kerja, sekaligus bentuk kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan pihak industri. Keberhasilan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan program lanjutan yang berfokus pada peningkatan kompetensi mahasiswa magang, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.


