Surakarta, 3 Juni 2025 — Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Psikologi, yang terdiri atas dosen dan mahasiswa, melaksanakan kegiatan pendampingan dan asesmen perkembangan anak di SD Nayu Barat, Surakarta. Kegiatan ini berfokus pada penerapan keilmuan psikologi untuk mendukung proses pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui pendekatan yang terintegrasi antara individu, keluarga, dan sekolah.
Skrining Perkembangan sebagai Langkah Awal

Tahapan kegiatan dimulai dengan skrining tumbuh kembang anak menggunakan Denver Developmental Screening Test II (DDST). Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi keterlambatan perkembangan pada empat domain utama: motorik kasar, motorik halus, bahasa, serta sosial-emosional.
Sebanyak empat anak usia 7–8 tahun mengikuti proses skrining yang dilaksanakan di ruang kelas dengan dukungan dua guru pendamping. Setiap anak diuji oleh dua mahasiswa psikologi yang telah dilatih sebagai tester. Sebelum pengukuran dimulai, tester membangun rapport untuk menciptakan suasana nyaman bagi anak. Setelah proses skrining, dilakukan wawancara dengan orang tua guna memperoleh informasi mengenai riwayat perkembangan, kesehatan, dan pola pengasuhan di rumah.
Hasil skrining perkembangan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus di SD Nayu Barat memiliki latar belakang medis dan perkembangan yang beragam. Kondisi tersebut di antaranya kelahiran prematur, riwayat kejang, infeksi berat, maupun diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD). Riwayat ini melatarbelakangi tantangan perkembangan anak terutama pada aspek motorik, bahasa, dan sosial-emosional. Faktor nutrisi dan keterbatasan waktu interaksi orang tua dengan anak turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam mendukung perkembangan anak.

Kegiatan ini tidak berhenti pada tahap asesmen. Tim juga melakukan analisis pola asuh dan dinamika perkembangan untuk memahami pengaruh lingkungan rumah terhadap tumbuh kembang anak. Dari hasil kajian tersebut, tim menyusun rekomendasi strategi pembelajaran dan pendampingan agar proses belajar di sekolah dapat berlangsung lebih efektif dan adaptif.
Pendekatan Holistik untuk Perkembangan Optimal
Dari hasil asesmen, tim menekankan pentingnya intervensi holistik dan berkelanjutan bagi anak dengan kebutuhan khusus. Dukungan dapat diberikan melalui terapi okupasi, fisioterapi, terapi wicara, serta penerapan pendidikan khusus adaptif. Selain itu, edukasi bagi orang tua mengenai stimulasi di rumah, nutrisi seimbang, dan pemeriksaan kesehatan rutin juga berperan penting dalam menunjang perkembangan anak.
Program pengabdian ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara tenaga psikologi, guru, tenaga kesehatan, dan keluarga dalam menciptakan sistem dukungan yang lebih komprehensif bagi anak-anak dengan tantangan perkembangan. Dengan meningkatnya literasi pengasuhan dan kemampuan deteksi dini di sekolah dasar, diharapkan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mencapai potensi terbaiknya.


